SelaMat DatanG dI Blogg CoRetaN Lare NgaPak

Sabtu, 28 Agustus 2010

Rapuh

Rapuh tubuh ini DaLaM lembaran sujud

Rapuh raga ini DaLaM melangkah

Rapuh qalbu ini DaLaM Munajat

Rapuh tubuh ini DaLaM kesendirian


Dalam keresahan

air mata mengalir

tergores Qalbu

dalam dekapan pagi yang syahdu


Hembusan angin

membawakan sejak-sejak kata

Kertas Pena dan Pisau

akan menuliskan kata

Puisi tak pernah sendiri

Ia mengajak pena, kata, dan pisau

untuk selalu menemani

Selembar kertas tewas di tangan penyair

Mereka bersulang doa

ahhai ada insan melukis air mata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar